Apakah Gelar Akademik Pengaruhi Kesuksesan Masa Depan

Apakah Gelar Akademik Pengaruhi Kesuksesan Masa Depan
Apakah Gelar Akademik Pengaruhi Kesuksesan Masa Depan - Banyak terjadi, lemahnya kondisi finansial menyebabkan seseorang tidak mampu melanjutkan studi ke jenjang S1, apalagi S2 atau S3. Namun, apakah hal itu lantas menyebabkan ia tidak bisa sukses di masa depan?

Ternyata tidak. Wirausahawan asal Inggris, Andrew Pearce, mengatakan, kaum muda di zaman globalisasi seperti sekarang seharusnya bisa bersikap open-minded. Mereka seharusnya dapat melihat bahwa ada banyak jalan menuju kesuksesan, meski tanpa memiliki gelar sarjana.

Menurut wirausahawan yang telah menjabat sebagai Managing Director di Inkfish Call Centres pada umur 23 tahun ini, tidak melanjutkan studi ke jenjang perguruan tinggi bukan berarti kita tidak bisa memiliki karir yang sukses. Andrew berharap agar kaum muda jaman sekarang terinspirasi untuk berinovasi sebagai wirausaha. Banyak training, workshop, dan seminar tentang kewirausahaan. Karenanya, menurut Andrew, kaum muda bisa mengikuti sesi-sesi pendidikan informal tersebut sehingga mereka dapat sukses tanpa melalui jalur perguruan tinggi.

Kisah serupa juga dialami oleh Budi Prasetyo, wirausahawan asal Solo, Jawa Tengah. Pria berusia 25 tahun yang kini menjabat sebagai Presiden Direktur PT Duta Future International ini mengatakan, ketidakmampuannya untuk membayar uang kuliah justru membuatnya menjadi seseorang yang tekun, ulet, dan pantang menyerah. Kegigihannya itulah yang kini membuat Budi berada pada posisi Presiden Direktur meski usianya masih terbilang muda.

Berhenti melanjutkan studi di perguruan tinggi, menurut Budi, tidak serta-merta mengakibatkan seseorang mengalami kegagalan permanen. Menurutnya, sifat yang penting dimiliki setiap orang agar dapat sukses adalah bertanggung jawab dan mau belajar dari manapun dan dari siapapun.

Lebih dari itu, bahkan praktisi akademik pun mengakui bahwa tingginya gelar seseorang tidak berbanding lurus dengan tingkat kesuksesan yang dicapainya. IT Manager PT Prudential Life Assurance Satya Sembiring menilai, saat ini banyak sekali lulusan universitas yang belum mendapatkan pekerjaan.

Pria yang pernah menjadi dosen di beberapa universitas di Batam dan Yogyakarta ini mengatakan, para lulusan S2 yang menganggur tersebut justru seharusnya menciptakan lapangan pekerjaan. Menjadi wirausahawan juga termasuk ke dalam upaya menciptakan lapangan pekerjaan.

Sebaliknya, menurut Satya, banyak orang yang hanya merupakan lulusan D3 atau bahkan SMA mampu menciptakan lapangan pekerjaan sendiri. Ironisnya, orang-orang yang menjadi karyawan mereka justru berasal dari jenjang pendidikan S1, bahkan S2.

Dengan kata lain, gelar Master atau gelar akademik lainnya tidak berpengaruh dalam kesuksesan seseorang. Kegigihan dalam berusahalah yang menentukan apakah seseorang sukses atau tidak.

0 komentar:

Poskan Komentar