Pandan Plum Cotton Cake

Pandan Plum Cotton Cake

Pandan Plum Cotton Cake - Cake yang satu ini unik dan menggunakan bahan yang berbeda dari cake lainnya. Tapi hati-hati saat membuatnya karena cake ini sangat lembut dan pastikan semua bahan ditimbang secara sempurna agar hasilnya maksimal. Cocok disajikan pada moment istimewa seperti arisan ataupun sebagai kudapan sore hari saat santai bersama keluarga tercinta.


Sumber : www.sahabatnestle.co.id

Kategori Masakan : Kue

Perkiraan Waktu Pembuatan : 45 Menit

Bahan-Bahan :
  • 150 gram mentega
  • 120 gram tepung terigu
  • 50 gram DANCOW Fullcream
  • 25 gram DANCOW Fullcream larutkan dengan 125 ml air
  • 2 butir telur
  • 200 gram kuning telur
  • 1 sendok teh pasta pandan
  • 400 gram putih telur
  • 1 sendok teh garam
  • 1 sendok teh cream of tar-tar
  • 300 gram gula pasir
  • 100 gram selai strawberry (Filling)

Cara Mengolah Pandan Plum Cotton Cake:
  1. Siapkan 2 buah loyang ukuran 20x20 cm, alasi dengan kertas roti tanpa dioles margarine. Sisihkan.
  2. Panaskan mentega, angkat lalu masukkan tepung terigu, DANCOW Fullcream, dan larutan susu, aduk rata lalu panaskan sebentar, angkat.
  3. Masukkan telur dan kuning telur, aduk rata kembali, sisihkan.
  4. Kocok putih telur, garam, cream of tar tar dan gula pasir hingga kaku, masukkan ke dalam adonan terigu sedikit demi sedikit, aduk rata.
  5. Beri pasta pandan, aduk rata. Tuang ke dalam 2 buah loyang, taburi plum di atasnya di salah satu adonan.
  6. Panggang hingga matang selama 30 menit dengan suhu 150 ºC, angkat keluarkan dari loyang.
  7. Ambil satu buah cake, olesi dengan selai strawberry lalu tumpuk dengan cake satunya. Potong-potong dan sajikan.

Informasi Nutrisi:
Kalori : 244.4 kal
Protein : 7.8 gr
Lemak : 12.2 gr
Karbohidrat : 27.4 gr

5 komentar:


  1. Mitarbeiterschulungen gegen Social Engineering und CEO-Fraud sind essenziell. Jährlich berichten Sicherheitsfirmen wie TÜV oder BSI von steigenden Fällen, bei denen Angreifer Mitarbeitende mit gezielten Tricks täuschen. In einem Vorfall im Jahr 2023 konnten durch Schulungen 85 Prozent der Betroffenen Phishing-Versuche erkannt werden; auf https://csvisor.de findet sich eine Übersicht zu aktuellen Weiterbildungsangeboten. Das Bewusstsein für Manipulationen ist ein entscheidender Faktor, um Betrugsversuche rechtzeitig abzuwehren. Besonders bei CEO-Fraud, bei dem Angreifer Firmenchefs imitieren, liegt die Herausforderung darin, den Unterschied zwischen echten und gefälschten E-Mails zu erkennen. Die konsequente Implementierung von Schulungsprogrammen basiert auf Erkenntnissen aus ISO 27001 sowie den Empfehlungen des BSI TR-03116 für Mitarbeitersensibilisierung. Hierbei sollten regelmäßig reale Szenarien simuliert werden, um die Reaktionsfähigkeit zu erhöhen. Kenntnisse über typische Täuschungsmechanismen und aktuelle Betrugsmethoden fördern die Resilienz gegen solche Angriffe erheblich. Für Unternehmen ist es ratsam, in cybersecurity weiterbildung kontinuierlich zu investieren und spezifische Kurse zur Erkennung von Social Engineering anzubieten.

    BalasHapus