Tampilkan postingan dengan label Sistem Informasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sistem Informasi. Tampilkan semua postingan

Metode Perancangan Basis Data

Dalam metode perancangan basis data ini menjelaskan tentang diagram konteks, Entity- Relationship Diagram, Data Flow Diagram, dan kamus data.
1. Diagram Konteks
Diagram konteks menggambarkan hubungan antara sistem dengan entitas luarnya. Diagram konteks berfungsi sebagai transformasi dari satu proses yang melakukan transformasi data input menjadi data output. Entitas yang dimaksud adalah entitas yang mempunyai hubungan langsung dengan sistem. Suatu diagram konteks selalu mengandung satu dan hanya satu proses saja. Proses ini mewakili proses dari seluruh sistem. Diagram konteks ini menggambarkan hubungan input atau output antara sistem dengan dunia luarnya (kesatuan luar).

Konsep Basis Data

Istilah basis data banyak menimbulkan interpretasi yang berbeda. Anthoni J. Fabbri dan A. Robert Schwab, mendefinisikan basis data sebagai berikut:
“Basis data adalah sistem berkas terpadu yang dirancang terutama untuk meminimalkan pengulangan data.”
Menurut George Tsu-der Chou, basis data dapat didefinisikan sebagai berikut ini:
“Basis data sebagai kumpulan informasi bermanfaat yang diorganisasikan ke dalam tatacara yang khusus.”

Konsep Dasar Sistem Informasi

Konsep dasar sistem informasi meliputi pengertian dari data, sistem, informasi dan sistem informasi. Banyak terdapat pengertian data yang dirangkum dari berbagai sumber. Diantaranya adalah:
  1. Menurut berbagai kamus bahasa, data diterjemahkan sebagai istilah yang berasal dari kata “datum“, yang berarti fakta atau bahan-bahan keterangan.
  2. Dari sudut pandang bisnis, “Business data is an organization’s description of things (Resources) and event (transaction) that it faces”. Jadi data dalam hal ini disebut data bisnis yang merupakan deskripsi organisasi tentang sesuatu (Resources) dan kejadian (transaction) yang terjadi.
  3. Pengertian lain mengatakan bahwa “data is the description of things and events that we face”. Data merupakan deskripsi dari sesuatu dan kejadian yang kita hadapi.

Metode Perancangan Sistem

Dalam membuat sebuah perangkat lunak terdiri dari beberapa tahap / fase yang menggambarkan sebuah kegiatan yang akan dilakukan sehingga memudahkan dalam mendefinisikan, mengembangkan, menguji, mengantarkan, mengoperasikan, dan memelihara produk perangkat lunak. Setiap fase membutuhkan informasi masukan, proses, dan produk yang terdefinisi dengan baik. Deretan fase tersebut adalah:
  1. Analisa, terdiri dari fase pertama yaitu perencanaan yang menghasilkan dua produk yaitu Pendifinisian Sistem (System Definition) dan Perencanaan Proyek (Poject Plan) dan fase kedua yaitu penetapan persyaratan yang menghasilkan sebuah produk spesifikasi kebutuhan perangkat lunak (Software Requirements Specifications).

Pengertian Rekayasa Perangkat Lunak Menurut Para Ahli

Beberapa pengertian menurut para ahli dibidang perangkat lunak adalah sebagai berikut:
Menurut Stephen R. Schach:
“Rekayasa perangkat lunak adalah sebuah disiplin dimana dalam menghasilkan perangkat lunak bebas dari kesalahan dan dalam pengiriman anggaran dapat tepat waktu serta memuaskan keinginan pemakai.”
Menurut Fritz Bauer: