Pengertian Rekayasa Perangkat Lunak Menurut Para Ahli

Beberapa pengertian menurut para ahli dibidang perangkat lunak adalah sebagai berikut:
Menurut Stephen R. Schach:
“Rekayasa perangkat lunak adalah sebuah disiplin dimana dalam menghasilkan perangkat lunak bebas dari kesalahan dan dalam pengiriman anggaran dapat tepat waktu serta memuaskan keinginan pemakai.”
Menurut Fritz Bauer:
“Rekayasa perangkat lunak adalah pengemangan dan penggunaan prinsip rekayasa dalam rangka memperoleh perangkat lunak yang dapat dipercaya dan dapat bekerja serta efisien pada mesin nyata.”

Menurut IEEE 610.12
“Rekayasa perangkat lunak adalah sebuah studi dan aplikasi dari sebuah pendekatan kuantifiabel, disiplin, dan sistematis kepada pengembangan, operasi dan pemeliharaan perangkat lunak yang kesemuanya itu merupakan aplikasi rekayasa yang berkaitan dengan perangkat lunak.” [2]
Dari ketiga pengertian tersebut, arti yang diberikan Fritz Bauer sangat sesuai dengan tujuan dan sasaran dari rekayasa perangkat lunak. Pernyataan Stephen R. Schach terbatas pada menaggulangi kekurangan yang terjadi jika tidak menerapkan rekayasa perangkat lunak. IEEE 610.12 memberikan pengertian yang paling baik dalam menyampaikan wujud dari rekayasa perangkat lunak.
Penulis menyimpulkan dari beberapa pengertian diatas bahwa rekayasa perangkat lunak adalah disiplin ilmu yang menangani perancangan, pembuatan dan pmeliharaan suatu perangkat lunak dengan memakai sistem atau pinsip aturan tertentu yang sistematis untuk menghasilkan sebuah perangkat lunak yang sesuai dengan kebutuhan nyata pemakai dengan tingkat fungsi dan efisiensi yang maksimal.
Perangkat lunak merupakan ilmu yang paling penting untuk diperdalam karena teknologi ini memberikan stabilitas, kontrol, dan organisasi aktifitas. Beberapa tujuan yang dilakukan rekayasa perangkat lunak antara lain:
  1. Untuk membangun software yang benar dan benar sebuah software (Right, Software and Software Right).
  2. Untuk membangun software yang tepat (Correct).
  3. Dikelola dengan baik untuk pemeliharaan kebenarannya (Correctness).

0 komentar:

Poskan Komentar