Sekilas Tentang Keberadaan Surga dan Neraka

Surga dan neraka adalah dua makhluk Alloh Ta’ala. Sebagai seorang muslim kita harus mengimaninya. Kita yakin bahwasanya surga dan neraka itu ada dan tidak akan pernah binasa. Setiap insan yang beriman tentu ingin menikmati keindahan surga dan takut terjerumus dalam siksa neraka. Oleh sebab itulah sudah seyogyanya kita kenali lebih dekat apa itu surga dan neraka dan bagaimanakah cara agar kita bisa masuk ke dalam surga dan terhindar dari siksa neraka.


Salah satu diantara pokok keyakinan Ahlus Sunnah wal Jama’ah adalah mengimani keberadaan Surga (Al Jannah) dan Neraka (An Naar). Salah satunya berdasarkan firman Allah Ta’ala (yang artinya), “Peliharalah dirimu dari neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, yang disediakan bagi orang-orang kafir. Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya..” (QS. Al-Baqarah : 24-25).

Mengimani surga dan neraka berarti membenarkan dengan pasti akan keberadaan keduanya, dan meyakini bahwa keduanya merupakan makhluk yang dikekalkan oleh Allah, tidak akan punah dan tidak akan binasa, dimasukkan kedalam surga segala bentuk kenikmatan dan ke dalam neraka segala bentuk siksa. Juga mengimani bahwa surga dan neraka telah tercipta dan keduanya saat ini telah disiapkan oleh Allah Ta’ala. Sebagaimana firman Allah Ta’ala mengenai surga (yang artinya), “..yang telah disediakan untuk orang-orang yang bertakwa” (QS. Ali Imran : 133), dan mengenai neraka (yang artinya), “..yang telah disediakan untuk orang-orang yang kafir.” (QS. Ali Imran : 131). Oleh karena itulah, Al Imam Abu Ja’far Ath Thahawi (wafat 321 H) menyimpulkan dalam Al ‘Aqidah Ath Thahawiyah, “Surga dan neraka adalah dua makhluq yang kekal, tak akan punah dan binasa. Sesungguhnya Allah telah menciptakan keduanya sebelum penciptaan makhluq lain”.

Keberadaan Surga

Adapun kata Jannah atau surga secara bahasa artinya taman. Sedangkan maknanya yang dimaksudkan dalam pembicaraan syari’at adalah sebuah tempat tinggal yang disediakan oleh Alloh bagi orang-orang yang membela agama-Nya yaitu orang-orang yang bertakwa. Di dalam surga itu terdapat kenikmatan yang tiada tara. Sebuah kenikmatan yang belum pernah dilihat oleh mata, belum pernah terdengar oleh telinga dan belum pernah terbetik di dalam hati umat manusia. Alloh ta’ala berfirman yang artinya, “Maka tidaklah ada jiwa yang mengetahui balasan yang disembunyikan pengetahuannya terhadap mereka, yaitu keindahan yang menyejukkan mata sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan” (QS: As Sajdah: 17)Surga sekarang sudah ada. Dalil-dalil yang menunjukkan bahwa surga sudah ada sangat banyak jumlahnya. Beberapa dalil di antaranya adalah sebagai berikut:
Firman Alloh ta’ala yang artinya, “Ia (surga) telah disiapkan untuk orang-orang yang bertakwa” (QS: Ali Imran: 133) Juga firman Alloh ta’ala yang artinya, “Dan Muhammad sungguh telah pernah melihatnya (malaikat Jibril) di kesempatan lainnya yaitu tatkala berada di sidratul muntaha, yang di sisinya terdapat surga yang akan ditinggali” (QS: An Najm: 13-15).

Itu dalil-dalil dari Al Qur’an. Adapun dalil dari Al Hadits ialah: Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Sungguh aku telah menyaksikan dari tempatku ini segala sesuatu yang dijanjikan untuk kalian. Sampai-sampai aku bisa melihat diriku sendiri hendak memetik dedaunan yang ada di surga. Tatkala kalian melihatku maka akupun maju” (HR: Muslim).

Beliau juga bersabda, yang artinya: “Seandainya kalian melihat apa yang aku lihat, niscaya kalian akan lebih banyak menangis (daripada tertawa)…, aku melihat surga dan neraka” (HR: Muslim). 

Keberadaan Neraka

Sedangkan An Naar atau neraka secara bahasa artinya api. Adapun yang dimaksudkan dengannya dalam pembicaraan syari’at ialah tempat tinggal yang disediakan Allah ta’ala bagi orang-orang yang memusuhi aturan-Nya. Di dalam neraka itu terdapat siksaan yang tidak akan sanggup ditanggung oleh manusia dan hukuman berat yang tidak bisa digambarkan. Neraka itu sudah ada sekarang. Beberapa dalil yang menunjukkan hal itu adalah: Firman Alloh ta’ala yang artinya, “Ia (neraka) telah dipersiapkan untuk orang-orang kafir” (QS: Al Baqarah : 24).

Adapun dalil hadits ialah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, yang artinya: “Sesungguhnya salah seorang di antara kalian jika meninggal maka akan ditampakkan kepadanya tempat duduknya (di surga atau di neraka) pada waktu pagi dan petang. Apabila dia termasuk orang yang diperkenankan masuk surga maka dia termasuk penghuni surga. Dan apabila ia adalah orang yang berhak masuk ke dalam neraka maka dia termasuk penghuni neraka. Dikatakan kepada mayit itu, “Inilah tempat dudukmu (engkau akan melihatnya) sampai Allah membangkitkan dirimu pada hari kiamat nanti” (Muttafaq ‘alaih).

Juga hadits Nabi, shallallahu ‘alaihi wa sallam, yang artinya: “Sungguh aku telah melihat api neraka itu saling melahap satu sama lain, dan ketika kalian memergoki aku maka akupun mundur” (HR: Muslim).

Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam juga pernah bersabda, yang artinya: “Aku lihat neraka. Belum pernah kusaksikan sebuah pemandangan yang lebih mengerikan daripada hari itu” (Muttafaq ‘alaih). (Sumber Rujukan: Al Kaba’ir karya Imam Adz Dzahabi rahimahullah, Al Is’aad fii Syarhi Lum’atil I’tiqaad karya Syaikh Abu Musa Abdurrazzaaq bin Musa Ath Thubni Al Jazaa’iri, hal. 64-65).

0 komentar:

Poskan Komentar